Tuesday, February 08, 2005

Menumbuhkan Kreativitas Berpikir

SEBUAH UPAYA MEMANFAATKAN FUNGSI OTAK
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal².
(Ali Imran: 190)
Kata Al Albab¡ adalah bentuk jamak dari ½lubb² yaitu saripati sesuatu. Kacang misalnya, memiliki kulit yang menutupi
isinya. Isi kacang dinamai ½lub². Ulul Albab adalah orang yang mempunyai akal yang murni.
Ayat ini menunjukkan pentingnya akal bagi kehidupan manusia. Salah satu hal yang mempengaruhi akal adalah otak.
Apabila otak difungsikan secara optimal maka akal pun akan berfungsi optimal.
Menurut ahli neurologi otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan yang memiliki fungsi yang
berbeda.
Secara garis besar, otak kanan dan otak kiri mempunyai kemampuan sebagai berikut:
Otak kanan
Mendengar musik, memanfaatkan paduan warna menarik, ciptakan aneka symbol baru, belajar kelompok, teka-teki,
humor, lelucon dan krea-tifitas.
Otak kiri
Membaca, berhitung, membuat rangkuman, mengerjakan PR, menganalisa, membuat penalaran dan menghafal.
Teori pendidikan terbaru mengatakan otak akan bekerja optimal apabila kedua belahan otak ini dipergunakan secara
bersama-sama; otak kanan, yang memiliki spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan, emosi, seni dan
musik. Sementara otak kiri berfungsi meng-olah otak seputar sains, bisnis dan pendidikan. Penggunaan otak kiri, me-rupakan
spesifikasi cara berfikir yang logis, sekuensial, linear dan rasional. Cirinya ia sangat teratur, sangat tepat untuk
meikirkan keteratutan dalam ber-ekspresi secara verbal, tulisan, membaca, penempatan data dan fakta.
Sementara cara berfikir anak yang hanya menggunakan otak belahan kanannya adalah sifatnya acak, tidak teratur,
intuitif dan holistik, ia mewakili cara berfikir non verbal, seperti perasaann dan emosi, kesadaran spasial, penggunaan
ben-tuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.
Jika anak belajar dengan hanya memanfaatkan otak kiri, sementara otak kanannya tidak diaktifkan, maka mudah timbul
perasaan jenuh, bosan dan mengantuk. Begitu juga mereka yang hanya memanfaatkan otak ka-nan tanpa diimbangi
dengan pemanpaatan otak kiri, bisa jadi ia akan banyak menyanyi, mengobrol atau menggambar tetapi hanya sedikit
ilmu yang bisa masuk ke otaknya. Maka mengembangkan pemanpaatan otak kiri dan otak kanan menjadi penting dalam
penciptaan suasana belajar. Caranya dengan memperbanyak paduan antara spesipikasi fungsi otak kanan dan otak kiri.
Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah dengan menciptakan aneka gambar yang memiliki arti khusus ketika menghapal
pelajaran atau menggunakan sistem diskusi dalam proses pembelajaran.
Belajar kelompok bersama teman, dapat pula menjadi alternatif. Demikian juga dengan menggunakan sistem membaca
cepat, sistem hapalan, meng-gunakan lagu, permainan dan sebagainya merupakan alternatif untuk mengktifkan otak
kanan dan otak kiri. Kelemahan sebagian sistem pembelajaran selama ini adalah kurangnya memberikan kesempatan
berkembang pada kedua belahan otak secara maksimal. Otak kanan dibiarkan menganggur sehingga in-telektual anak
berkembang kurang ½seimbang². Anak hanya pandai berfikir dan menilai, tepi kurang intuitif apalagi kreatif.
Rasulallah Shalallahu Alaihi Wa sallam adalah contoh terbaik dalam proses pen-cerdasan anak didik dengan menye-imbangkan
otak kanan dan otak kiri.
Ketika beliau akan mengutus Sahabat muda, Muadz Bin Jabal ke Yaman, beliau mengajukan pertanyaan dan bukannya
memberi penjelasan :
Dengan Apakah engkau me-mutuskan suatu perkara ?
½Dengan kitabullah, ½ Jawab Muadz.
½ Jika tidak Ada ?
½ Dengan Sunnah Rasulallah ½
½ Jika belum ada ?
½Kami akan berijtihad², Jawab Muadz. (HR. Abu Daud)
Pertanyaan di atas membuat Muadz Bin Jabal menjadi aktif berfikir dan sekaligus melatih artikulasi psi-kologinya ke
dalam tatanan logika dan verbal (kata-kata)
Uqbah bin Amr berkata, ½Pada suatu hari Rasulallah keluar rumah, sementara kami berada di Shuffah, beliau bersabda ½
Siapa diantara kalian yang suka pergi ke lembah Batkhan atau Aqiq dan membawa pulang dua unta berpunggung besar
tanpa harus berdosa dan memutus hubungan kekerabatan ? kami menjawab ,²Kami semua suka ya Rasulallah, Beliau
bersabda, ½ mengapa kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Allah yang itu jauh lebih baik dari pada
dua unta. Tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, dan empat ayat lebih baik daripada empat unta
Pada hadits ini Rasulallah shallalhu alaihi wa Sallam mengajak para sahabat (Ahli Shufah) untuk tidak hanya berfikir
linear. Beliau mendekatkan kenyataan yang abstrak dalam bentuk nyata yang dapat dilihat dan diraba (konkrtit).
Pembelajaran Dengan Musik
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dengan irama. Denyut nadi dan degup jantung manusia pun memiliki irama
khusus. Belahan otak kanan menunjukan aktivitas kerja ketika di-perdengarkan musik. reaksi yang di-perlihatkan otak
tergantung dengan jenis musik yang mempengaruhinya.
Musik keras seperti rock memberikan pengaruh keras kepada orang yang menyanyikan maupun yang mendengarnya
oleh karena itu ketika Cate Steven yang semula pemusik rock berpindah agama menjadi muslim, berubah pula ke-pribadiannya
menjadi seorang Yusuf Islam yang lembut dan tenang.
Musik Pop dan dangdut yang diirngi lirik cinta penuh asmara cenderung menumbuhkan gairah cinta yang tidak terkontrol
bagi penggemarnya. Musik keroncong yang terkesan pasif membuat pendengarnya menjadi mengantuk pasif dan
bersikap ¢nrimo¡.
Pengaruh Musik Bagi Jiwa Manusia
Dengan musik yang tepat :
" Denyut nadi dan tekanan darah menurun, Gelombang otak melambat, Otot-otot rilek
Tanpa Musik :
Denyut nadi dan tekanan darah meningkat, Gelombang otak semakin cepat, Otot-otot menegang

Mengingat adanya pengaruh musik yang baik bagi jiwa manusia Islam mem-perbolehkan musik dan nyanyian asal tidak
kotor, cabul dan berbuat mengajak maksiat. Bahkan disunahkan dalam situasi gembira guna melahirkan perasaan ria
dan menghibur hati, misalnya pada waktu hari raya, persepsi perkawinan, waktu kelahiran anak, aqiqah dan sebagainya.
Demikian menurut Yusuf Al Qaradlawi.
Hal ini berdasarkan beberapa hadits antara lain yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Aisyah r.a bahwa ketika dia
mengantar pengantin perempuan ke tempat llelaki Anshar, Nabi Saw bertanya, ²Wahai Aisyah apakah mereka diirirngi
hiburan, karena orang Anshar suka hiburan.
Imaam Al Ghazaki berkata, ½Semua hadit tentang bernyanyi itu terdapat dalam shahih bukhari dan muslim dan ini
merupakan nash yang jelas bahwa menyanyi dan bermain itu tidak haram.
Al Qadli Abu Bakar, Ibnu Arabi berkata, ²Tidak ada satupun hadits yang shahih yang mengharamkan nyanyian. Ibnu
Hazm berkata, ½Semua riwayat yang mengharamkan nyanyian adalah bathil dan maudlu (palsu)²..
Sebagian ulama mengatakan bahwa nyanyian itu termasuk Lahwal Hadits (perkataan yang tidak berguna) yang disebut
dalam firman Allah (QS. Luqman:06).
Mengomentari pendapat ini Ibnu Hazm berkata, ²Ayat tersebut menyebutkan suatu sifat yang apabila dilakukan
menyebabkan pelakunya menjadi kafir dengan tidak diperselisihkan lagi, yaitu apabila dia menjadikan jalan Allah
sebagai olok-olokan. Kalau seseorang membeli mushaf Al Quran untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah dan
menjadikannya olok-olokan, maka dia kafir. Hal demikian inilah yang dicela oleh Allah.
Tetapi Allah tidak mencela orang yang membeli lahwal hadits untuk hiburan dan mengembirakan hati kecuali jika di
pergunakan untuk menyesatkan manusia dari jalan ¢Allah Azza Wa Jalla¡
(Sumber : www.myquran.com)